RSiC ReSiC (Silikon Karbida (SiC)) adalah pelat, balok, rol, saggar, tabung pembakar, dll.
Deskripsi
Silikon karbida yang mengkristal ulang (RSiC) adalah bahan keramik berpori yang terbentuk dari silikon karbida berkualitas tinggi melalui proses rekristalisasi penguapan-pengembunan pada suhu 2400℃ di bawah tekanan tertentu dan atmosfer inert. Partikel-partikelnya membentuk struktur jembatan simbiotik, sehingga hampir tidak mengalami penyusutan selama proses sintering, dengan porositas sebesar 10%–20%.
Bahan ini memiliki kekuatan tinggi pada suhu tinggi, ketahanan oksidasi yang kuat, ketahanan korosi yang baik, serta kekerasan yang hanya kalah dari berlian. RSiC cocok digunakan untuk komponen industri bersuhu tinggi, seperti perabot tungku, nosel pembakaran, penukar panas, filter partikulat diesel, kolektor surya, dan komponen struktural aerospace. Suhu operasi maksimumnya dapat mencapai 1700℃.
Spesifikasi
Lembar Data Teknis RSiC
| Parameter Teknis | Satuan | Nilai |
| Kandungan Karbida Silikon | mass% | ≥99 |
| Kerapatan Curah pada 20℃ | g/cm3 | 2.65~2.75 |
| Porositas Nyata | Vol% | <17 |
| Kekerasan pada 20℃ | Kg/mm | 1800-2000 |
| Ketangguhan Patah pada 20℃ | MPa×m½ | 1.8-2.0 |
| Kekuatan Lentur pada 20℃ | MPa | 90~100 |
| Kekuatan Lentur pada 1200℃ | MPa | 100~110 |
| 20–1200℃ (Koefisien Muai Termal) | 1x10℃ | 4.6 |
| Konduktivitas Termal pada 1200℃ | W/m-K | 35-36 |
| Ketahanan terhadap Kejut Termal pada 1200℃ | / | Sangat baik |
| Suhu Kerja Maks (udara) | ℃ | 1650 |
Catatan: Data di atas merupakan nilai tipikal untuk sampel uji dan tidak mewakili spesifikasi presisi yang dijanjikan perusahaan kami untuk semua produk.
Aplikasi
1. Keramik silikon karbida yang direkristalisasi memiliki berbagai aplikasi di industri suhu tinggi, terutama digunakan sebagai perabot tungku suhu tinggi, nosel pembakar, tabung pemanas radiasi keramik, tabung pelindung komponen, penukar panas, dan nosel pembakaran. Produk ini menawarkan keuntungan seperti penghematan energi, peningkatan volume efektif tungku, pemendekan siklus pembakaran, peningkatan efisiensi produksi tungku, serta manfaat ekonomi yang tinggi.
2. Di sektor lingkungan hidup dan energi, silikon karbida yang direkristalisasi digunakan sebagai filter partikulat diesel (DPF) dan filter udara bahan bakar fosil. Berkat konduktivitas termalnya yang tinggi serta kemampuan menyerap cahaya, bahan ini dibuat menjadi keramik berstruktur sarang lebah untuk digunakan sebagai penyerap (kolektor surya) dalam menara pembangkit listrik tenaga surya.
3. Di sektor dirgantara dan pertahanan, silikon karbida yang direkristalisasi digunakan untuk memproduksi komponen struktural seperti mesin, sirip belakang, dan badan pesawat kendaraan dirgantara; bahan ini juga digunakan dalam pembuatan peralatan militer seperti keramik tahan peluru.
4. Di sektor semikonduktor dan fotovoltaik, keramik silikon karbida yang direkristalisasi digunakan dalam komponen tungku sintering bersuhu tinggi untuk silikon kristalin fotovoltaik serta sebagai cincin poles silikon karbida untuk wafer silikon semikonduktor.
5. Dalam industri metalurgi dan kimia, batu bata silikon karbida yang mengkristal ulang digunakan sebagai lapisan tungku tiup, lapisan gerobak pra-perlakuan besi cair, lapisan menara pendinginan kering, dan lapisan tangki distilasi peleburan seng.
6. Di bidang lain, silikon karbida yang mengkristal ulang dapat digunakan sebagai pemicu suhu tinggi; struktur berporinya menyediakan kondisi untuk komposit dengan bahan lain (seperti Al dan Cu), serta dapat digunakan untuk mempersiapkan bahan kemasan elektronik; bahan ini juga digunakan pada komponen otomotif, busing baling-baling drone, dll.
Keunggulan
1. Silikon karbida yang mengkristal ulang (R-SiC) adalah bahan berkinerja tinggi yang terbentuk pada suhu di atas 2000℃, dengan kekerasan hanya kalah dari berlian. Bahan ini mempertahankan banyak sifat unggul SiC, seperti kekuatan tinggi pada suhu tinggi, ketahanan korosi yang kuat, ketahanan oksidasi yang sangat baik, serta ketahanan benturan termal yang baik.
2. Sifat mekanis unggul. Silikon karbida yang mengalami rekristalisasi memiliki kekuatan dan kekakuan lebih tinggi dibandingkan serat karbon, ketahanan bentur yang sangat baik, serta mampu berperforma optimal dalam lingkungan suhu ekstrem, sehingga menunjukkan ketahanan luar biasa di berbagai kondisi. Selain itu, bahan ini juga memiliki fleksibilitas yang baik, tidak mudah rusak akibat peregangan maupun pembengkokan, sehingga secara signifikan meningkatkan kinerja aplikasinya.
3. Ketahanan korosi tinggi. Silikon karbida yang mengalami rekristalisasi menunjukkan ketahanan korosi tinggi terhadap berbagai media, mencegah erosi oleh berbagai zat korosif, mempertahankan sifat mekanisnya dalam jangka waktu lama, serta memiliki daya lekat yang kuat, sehingga menghasilkan masa pakai yang lebih panjang. Selain itu, bahan ini juga memiliki stabilitas termal yang baik, mampu beradaptasi terhadap kisaran perubahan suhu tertentu, sehingga meningkatkan efektivitas aplikasinya.
4. Tidak terjadi penyusutan selama proses sintering. Karena proses sintering tidak menyebabkan penyusutan, tegangan sisa yang dapat mengakibatkan deformasi atau retak pada produk tidak terbentuk, sehingga memungkinkan pembuatan komponen berbentuk kompleks dengan presisi tinggi.
5. Porositas tinggi setelah pembakaran. Produk SiC yang mengalami rekristalisasi setelah pembakaran mengandung sekitar 10%–20% pori residual. Porositas material ini lebih bergantung pada porositas badan hijau (green body) itu sendiri dan tidak berubah secara signifikan dengan kenaikan suhu sintering, sehingga memberikan dasar bagi pengendalian porositas. Material ini memiliki berbagai aplikasi luas dalam bahan berpori, seperti pada filtrasi gas buang dan filtrasi udara untuk bahan bakar fosil, di mana material ini dapat menggantikan produk berpori konvensional.
6. RSiC memiliki batas butir yang sangat jelas dan bersih, bebas dari fasa kaca dan pengotor, karena semua oksida atau pengotor logam telah menguap pada suhu tinggi 2150–2300℃. Mekanisme sintering penguapan-kondensasi juga mampu memurnikan SiC (kandungan SiC dalam RSiC di atas 99%).